Tiga Alasan (Tidak) Memecat Solskjӕr

Ini adalah musim ketujuh yang diarungi United pasca era Sir Alex Ferguson dibawah manajer keempat. Trofi juara liga kelihatan masih jauh dari jangkauan karena menggapai zona Eropa saja kesulitan. Fan dan pengamat pun sudah buka suara, mulai dari perombakan pemain hingga pergantian manajer. Ya, memang, reaksi paling mudah dari pemain game manager adalah pembelian pemain mahal dan respon fans ala-ala adalah tagar “manajer out”.

Setiap manajer baru pasti punya mimpi untuk membentuk tim yang bagus. Namun mimpi itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan kemauan manajemen klub juga kejelian dan keberuntungan scout (tim pemantau). Apakah manajemen mampu mendatangkan pemain yang diinginkan manajer atau mereka mau mengakomodir desain yang dibuat manajer? Apakah scout jeli melihat calon pemain yang cocok dengan kebutuhan tim dan dinaungi keberuntungan bahwa pemain yang diincar tidak akan drop di kemudian hari? Sebab tidak semua pemain bagus cocok dengan skema permainan manajer dan tidak ada yang bisa memastikan bahwa pemain bagus itu tidak akan cedera parah atau penampilannya menurun drastis di musim selanjutnya. Karena pemain adalah manusia dan keberuntungan adalah bagian tak terpisahkan dari sepakbola.

Lalu apa yang menjadi kriteria untuk melegitimasi pemecatan seorang manajer? Sepanjang sejarah sepakbola, hanya ada tiga alasan rasional untuk memecat seorang manajer. Pertama, pencapaian yang jauh dari harapan. Kedua, peselisihan dengan manajemen klub. Ketiga, kondisi psikologis tim yang tidak kondusif.

Pencapaian

Sampai dipekan ke-23, United memang berada di posisi 5. Jauh dari peluang juara dan riskan di zona eropa. Tetapi perbandingan nilai skuat dengan pencapaian sebenarnya masih seimbang. Besar nilai skuad United hanya berada di urutan keempat diantara klub-klub besar Inggris yakni senilai 749 juta pound (sebelum bursa transfer Januari). Bandingkan dengan Manchester City yang bernilai 1,3 miliar pound dan Liverpool 1,2 miliar pound. Bahkan Tottenham Hotspurs masih diatas United dengan nilai 983 juta pound. Komposisi pemain United saat ini hanya diisi oleh 11 pemain tim nasional. Sementara Liverpool diperkuat 17 pemain nasional, City dengan 18 pemain, dan Tottenham terbanyak dengan 20 pemain. Dari jumlah pemain asing, United juga paling sedikit menggunakannya diantara lima tim besar tersebut.

stat klub nilai

Solskjӕr memang diberi 159 juta pound tetapi hanya mendatangkan tiga pemain non bintang yakni Maguire, Wan-Bissaka, dan James. Guardiola sendiri di awal pekerjaannya digelontorkan 213 juta pound untuk memboyong 11 pemain baru termasuk empat senjata andalannya, Stone, Sane, Jesus, dan Gundogan. Klopp sendiri menghabiskan 79,9 juta pound untuk enam pemain termasuk salah satu pemain pentingnya hingga sekarang, Sadio Mane.

Jika membandingkan kinerja Solskjӕr dengan manajer lain, tentu hanya adil dengan melihat kurun waktu yang sama pada musim pertama masing-masing manajer tersebut. Data menunjukkan bahwa dalam 23 pertandingan pertama Mourinho, United hanya berada di posisi 6, sementara van Gaal di posisi 3, dan Moyes di posisi 7. Klopp yang musim ini diambang juara liga hanya berada di posisi 8 dan Guardiola sama dengan posisi Solskjӕr yaitu 5.

Meskipun demikian, Guadiola dan Klopp masih dipercaya untuk beberapa musim setelahnya karena manajemen memahami kondisi tersebut. Kondisi berbeda dialami Emery dan Pochettino, di mana posisi klub melorot jauh ke bawah target. Ranieri yang telah mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris satu-satunya dalam sejarah Leicester City juga dipecat karena posisi Leicester yang jauh dari empat besar. Soalnya manajemen kadung bereuforia dengan posisi puncak musim sebelumnya.

posisi match 23

Hubungan dengan manajemen

Hubungan Solskjӕr dengan manajemen belum terlihat mengalami kendala. Manajemen masih mem-back up Solskjӕr dengan rencana transfer Januari 2020. Meski manajemen belum mendatangkan pemain top class, Solskjӕr juga tidak mengeluh tetapi justru berkomitmen meningkatkan kapasitas pemain muda. Sederatan pemain di bawah 23 tahun muncul sebagai harapan masa depan, bukan hanya untuk United tetapi juga untuk tim nasional mereka masing-masing. Bahkan beberapa pemain usia 18 sudah rutin turun di laga tim utama.

Solskjӕr tidak bernafsu merekrut pemain berstatus bintang, tetapi sudah berumur karena konon dia berniat membangun United untuk prospek jangka panjang. Dalam beberapa kali wawancara, Solskjӕr selalu mengatakan bahwa kebijakannya semata-mata untuk kebaikan klub. Jika dia ingin hasil instan, tentu pemain bintang menjadi solusi yang lebih masuk akal. Karena jikapun manajemen tidak menyanggupinya maka Solskjӕr bisa memanfaatkan itu sebagai alibi. Kenyataannya, Solskjӕr bersikukuh memberdayakan pemain-pemain yang diejek para pakar sebagai pemain medioker.

Kondisi psikologis tim

Sejauh ini Solskjӕr masih berhasil menjaga keharmonisan di tubuh United. Pemain masih menaruh respek dan mendukung penuh manajer muda itu sebagaimana yang diberitakan beberapa media Eropa. Belum tersiar percekcokan dengan staf seperti yang dialami Mourinho sebelum dipecat Chelsea di akhir 2015. Pemain United juga tidak semerosot penampilan pemain Tottenham yang ditengarai memicu pemecatan Pochettino.

Satu faktor lain yang sangat penting untuk dicerna adalah materi pemain. Mengarungi musim 2019/2020, Solskjӕr hanya dibekali 11 pemain berusia emas yaitu 23-30 tahun. Bandingkan dengan Mourinho 17 pemain, van Gaal 14, dan Moyes 16, masing-masing di musim terakhir mereka. Bahkan barisan depan Solskjӕr hanya mengandalkan pemain-pemain muda seperti James, Rashford, Martial, Greenwood yang semuanya masih dibawah 23 tahun. Sektor luar pertahanan juga hanya disandarkan pada pemain berusia yang sama seperti Wan-Bissaka, Williams dan Dalot. Sementara pengatur serangan cuma berharap pada penampilan pemain muda lainnya, McTominay dan Pereira bergantian dengan dua pemain “kepala tiga”, Matic dan Mata. Pogba sendiri, si pemain termahal itu, justru tampil tidak sesuai harganya.

Dengan kondisi begitu seperti itu, United toh masih sanggup bertahan di lima besar klasemen. Solskjӕr pastilah butuh waktu untuk merombak tim seperti visinya dan itu sudah mulai terlihat seperti yang diakui Guardiola. Tentu saja bukan berarti kondisi ini bisa terus dipelihara dan Solskjӕr pasti akan sukses. Solskjӕr memang tidak bisa terlalu lama berlindung di balik alasan pemain muda. Dia harus membuktikan kemampuannya mematangkan pemain-pemain muda itu dalam 2-3 tahun ke depan. Dia harus membuktikan kemampuannya menangani pemain bintang berlabel selebriti yang penting sebagai katalisator skuat. Dia juga harus mampu merebut trofi Liga Inggris atau bahkan piala Champions dalam 4-5 tahun, seperti Klopp, jika ingin dipandang dengan dua mata tanpa harus mengorbankan pemain akademi United dan Inggris Raya.

Jika demikian, mengapa suara pelengseran Solskjӕr sudah menggema? Mungkin karena pemilik suara itu tidak melihat data dan fakta. Dahaga fan dan pengamat akan trofi United yang mengering pasca ditinggal Sir Alex menjadi penyebab reaksi irasional. Tidak peduli dengan program jangka panjang, tidak peduli perkembangan pemain akademi, tidak peduli pemain Inggris yang tersingkir dari klub papan atas atau lebih sering duduk di bangku cadangan. Tidak ambil pusing juga ketika sebuah klub Inggris berlaga di lapangan dengan hanya satu orang Inggris di dalamnya.

Karena sesungguhnya memang ada fan yang menyatakan dirinya pengamat yang tidak peduli dengan nasib klub itu sendiri sebagai suatu kesatuan utuh. Kebanggaan pribadi karena prediksinya benar atau taruhannya menang, mungkin lebih menarik untuk dibahas. Begitulah sepakbola setelah menjadi industri.

Sumber data: Transfermarkt.com diolah

Ditulis oleh: Bergman Siahaan (FB Bergman Siahaan | IG @bergmansiahaan)

__________

Telah tayang sebagai artikel utama Kompasiana, 23 Januari 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s