Mengapa Harus Belajar Public Policy

Bagi kalian yang berencana melanjutkan pendidikan di bidang pemerintahan, artikel ini mungkin bermanfaat

Setelah semesta membawa saya ke dunia birokrasi lebih dari sepuluh tahun lalu, saya semakin paham bahwa kebijakan publik itu krusial dalam sebuah negara tetapi penuh tantangan. Dulu, sudut pandang saya seperti masyarakat pada umumnya, kritis terhadap pelayanan-pelayanan pemerintah tetapi sebatas mengeluh dan menuntut lebih. Artikel ini akan bercerita mengapa Public Policy harus dipelajari dan oleh siapa, berdasarkan perspektif pribadi dan pengalaman saya belajar di Victoria University of Wellington, New Zealand.

Public Policy atau Kebijakan Publik adalah kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu di masyarakat. Sehingga bidang studi Public Policy mempelajari bagaimana kebijakan untuk masyarakat tu dirancang, diimplementasikan, dipantau, kemudian dievaluasi.

Dasar ketertarikan saya dengan kebijakan publik adalah karena kebijakan pemerintah selalu seksi untuk dikritik dan didiskusikan dimana-mana. Mulai dari orang tua hingga anak remaja. Mulai di kantor hingga pasar. Berarti ada sesuatu yang besar di situ.

Kebijakan pemerintah itu memang mempengaruhi kehidupan orang banyak tanpa batasan sektor dan kebijakan itu bisa disetel sedemikian rupa. Bahkan, tidak mengambil sebuah kebijakan pun adalah sebuah kebijakan publik. Artinya, ketika pemerintah tidak melakukan intervensi atau mengambil tindakan terhadap sesuatu peristiwa, itu merupakan sebuah kebijakan yang dipilih pemerintah. Menarik, kan?

Dampak lintas sektor

Satu kebijakan publik bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak dan melintasi berbagai sektor. Sementara, keahlian di satu bidang tertentu, belum tentu berdampak ke bidang-bidang yang lain. Sebagai contoh, kebijakan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) adalah kebijakan di sektor ekonomi yang menggunakan analisa ekonomi. Namun ketika dijalankan bisa berdampak pada banyak orang dan mempengaruhi aspek-aspek kehidupan secara luas.

Pada sebagian orang, bukan hanya budget rumah tangga yang harus disesuaikan tetapi juga aspek sosial seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi lalu berdesakan di bis atau anak yang tidak lagi diantar jemput orang tua sehingga pulang sendiri. Kenaikan BBM bisa juga mempengaruhi kesehatan karena lebih banyak berjalan kaki jika mengurangi pemakaian kendaraan. Bisa juga mendorong pengembangan teknologi “hijau” untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak yang juga berdampak positif bagi kesehatan karena berkurangnya emisi kendaraan. Bahkan bisa juga berdampak pada kriminalitas akibat tekanan sosio-ekonomi yang semakin besar.

Contoh lain, satu kebijakan publik yang berkaitan dengan kesehatan bisa menolong banyak nyawa, memperbaiki perekonomian masyarakat, memberikan kebahagiaan kepada insan medis dalam bekerja, berdampak pada pariwisata dan mendorong peningkatan kualitas anak-anak bangsa masa depan.

Belum lagi kalau kita bicara kebijakan publik di sektor-sektor lain seperti penanganan banjir, kemacetan, jaminan kesehatan atau kurikulum pendidikan. Sangat luas sekali cakupan kebijakan publik dan luas juga dampak yang diakibatkan sehingga tak cukup untuk ditulis dalam artikel ini.

Bisa dirancang

Kebijakan publik itu seperti kaca spion, antena TV, atau tali pinggang yang bisa disetel-setel sesuai kebutuhan. Tidak ada kebijakan publik yang statis dan permanen. Setiap fenomena dalam kehidupan bisa dianalisa untuk merancang langkah yang terbaik menghadapinya. Contoh kasus, terjadi banyak kecelakaan di sebuah jalan karena laju kendaraan yang cepat. Maka tugas pembuat kebijakan (policymaker) adalah memikirkan strategi untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Apakah dengan membuat polisi tidur atau memasang rambu atau menugaskan seorang untuk mengatur atau memasang pendeteksi kecepatan dibarengi denda. “Seenak” itu sebenarnya, kebijakan publik itu. Bisa dianalisa dan dirancang sedemikian rupa kemudian bisa dievaluasi. Tanpa bentuk yang baku dan kaku. Semua tergantung dinamika masyarakat dan isu yang berkembang.

Hal yang membuat gregetan adalah bahwa pada kasus-kasus tertentu, kebijakan publik bisa dengan mudahnya dibuat kemudian diganti. Sering pula terkesan tanpa riset yang matang, analisa yang dalam, boro-boro keterlibatan publik dalam pembuatannya. Saya memilih kata “terkesan” untuk merefleksikan kesan yang ditangkap dari kritikan masyarakat secara umum. Bukan hanya di Indonesia, kritikan memang jodohnya kebijakan publik di negara manapun di dunia terlepas dari kritikan itu dikeluarkan atau hanya dibisikkan dalam hati. Wong publik itu terdiri dari banyak kepala, kan? Lumrahlah kalau masing-masing punya pemikiran sendiri-sendiri.

Tetapi perlu diingat bahwa perancangan kebijakan publik juga punya model dan langkah-langkah yang sudah diuji para ahli di seluruh dunia. Seperti tahapan-nya William Dunn, delapan langkah-nya Eugene Bardach, kerangka-nya John Kingdon dan teori-teori yang lain. Kebijakan publik yang baik lahir proses yang baik, bukan kebijakan tiba-tiba atau suka-suka pemimpin.

bardach prezi

Ilmu kebijakan publik juga membantu mengembalikan kita ke logika dasar. Dunia nyata tidak bisa dipungkiri sangat kompleks apalagi Indonesia dengan 270 juta penduduknya. Akibatnya pikiran juga ikut kompleks mengalahkan logika sederhana sehingga terkadang lupa dengan masalah sebenarnya yang ingin diselesaikan. Dengan kembali ke logika dasar, kita bisa melangkah step by step untuk mencapai tujuan sambali melihat ke belakang apakah trek yang dijalani sudah tepat atau tidak.

Hal-hal inilah yang kemudian dipelajari di bangku kuliah. Seperti di program Master of Public Policy Victoria University of Wellington misalnya, materi pelajarannya antara lain tentang pemerintahan, praktik kebijakan, analisa kebijakan, dan kebijakan ekonomi, meski juga mempelajari manajemen publik.

Penting untuk siapa?

Dokter tentu harus menguasai ilmu medis, bukan? Pilot harus menguasai ilmu aviasi. Tak ada bedanya, para policymaker juga harusnya paham ilmu kebijakan publik. Di negara-negara maju, policy analyst dan policy advisor telah menjadi profesi yang menarik. Policy analyst adalah orang yang bekerja dengan policymaker untuk perancangan sebuah kebijakan. Sementara policy advisor adalah orang yang memberikan masukan kepada policy analyst. Biasanya seorang policy analyst dibantu tim yang terdiri dari beberapa policy advisor. Lingkup pekerjaan mereka seputar riset, analisa, konsultasi dengan stakeholders dan membuat laporan, baik kepada pemerintah maupun swasta.

Bukan berarti para policymaker lantas tidak perlu memahami ilmu kebijakan publik. Itu sama saja dengan pilot yang menyerahkan semua urusan kepada co-pilot atau dokter bedah menyerahkan tindakan kepada asisten dan paramedis. Apalagi untuk iklim birokrasi Indonesia yang belum akrab dengan profesi policy analyst dan policy advisor (namun biasa dengan istilah konsultan). Oleh karena itu, selain untuk pribadi yang tertarik menjadi konsultan, para pejabat publik, aparatur negara, dan anggota legislatif “semedannya” (baca: seyogyanya) mempelajari kebijakan publik agar mahfum pekerjaannya. Karena para pembuat kebijakan memiliki anugerah untuk berkontribusi terhadap pengembangan berbagai bidang tanpa harus ahli di bidang-bidang tersebut. Sebaliknya, bisa pula membuat merana banyak orang.

Perbedaan Public Management

Sesuai dengan namanya, Public Management lebih berkonsentrasi pada aspek pengelolaan (manajemen) publik termasuk organisasinya. Di dunia nyata, public management berjalan pada fase implementasi public policy. Dalam fase itu, para public manager melakukan perencanaan, monitoring, evaluasi dan hal-hal manajerial lainnya untuk memastikan bagaimana pelayan publik bekerja dengan baik dan masyarakat bersikap seperti yang diharapkan untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

Karenanya, materi yang dipelajari pada program Master of Public Management adalah manajemen hasil, manajemen sumber daya, mengelola masyakarat, dan kepemimpinan publik. Bagi kalian yang ingin mendalami skil manajemen, suka memimpin, lebih senang eksekusi daripada perancangan, maka program ini pas untuk dipilih.

Kaitan dengan e-government

Program studi Master of E-Government memang fokus mendalami hal-hal seputar pemanfaatan teknologi informatika dalam pemerintahan tetapi para policy maker-analyst-advisor dan public manager juga perlu mempelajari e-government. Pemanfaatan teknologi informatika adalah salah satu aspek penting dan harus diperhatikan saat ini sehingga pasti memunculkan kebijakan publik. Sementara sekarang ini, para pelayan publik tidak lagi bisa lepas dari teknologi informatika dalam pelayanannya terhadap masyarakat sehingga pelayanan elektronik itu harus dikelola dengan baik.

Itu sebabnya di program pascasarjana Victoria University of Wellington, mata kuliah e-government juga ditawarkan kepada mahasiswa Master of Public Policy dan Master of Public Management meski tidak cukup waktu untuk melahap semuanya. Victoria University of Wellington juga memberikan kesempatan kepada pelajar program Public Policy maupun Public Management untuk menjadi spesialis e-government dengan belajar tiga mata kuliah khusus e-government. So, kalian bisa menjadi ahli kebijakan publik yang spesialis e-government. Tertarik?

Demikian sedikit pendapat saya mengapa kebijakan publik harus dipelajari para pelayan publik dan pembuat kebijakan. Jika Anda berada di salah satu atau kedua kelompok tersebut, ambillah studi ini. Semoga kebijakan publik yang baik akan mendorong kemajuan di berbagai sektor dan pada akhirnya membawa peningkatan kejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Salam.

Ditulis oleh: Bergman Siahaan (FB Bergman Siahaan / IG @bergmansiahaan)

Bantu penulis belajar dan berkembang dengan tanggapan di kolom komentar atau japri ke bergmansiahaan@gmail.com. Cheers… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s