Bangga Menjadi Orang Indonesia (Refleksi Penganut Chauvinisme)

Dirgahayu Republik Indonesia! 17.08.2020. Tujuh puluh lima tahun Indonesia telah merdeka.  Berdiri dengan pemerintahan sendiri yang sepenuhnya dikuasai oleh pribumi. Pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan, rasa bangga terhadap tanah air diekspresikan dengan berbagai cara. Upacara bendera, dekorasi, perlombaan, hingga cara-cara milenial seperti status medsos, profil picture, meme, dan hal-hal elektronik lainnya, mewarnai “tujuh belasan” dengan nuansa nasionalisme….

Batak dan Maori, Kerabat yang Berpisah Ribuan Tahun

Suku Maori, penduduk asli Selandia Baru, dan ras Pasifik lainnya sering dikaitkan dengan penduduk Indonesia di bagian timur. Ya, rumpun rasnya memang sama-sama Melanesia–Polinesia. Tetapi tidak banyak yang sadar bahwa ternyata jauh di Pulau Sumatera di tengah-tengah rumpun Melayu Mongoloid, ada suku Batak yang memiliki “hubungan dekat” dengan suku Maori meski terpisah jarak lebih dari…

Mengapa Generasi Milenial Rawan Dalam Demokrasi dan Radikalisme?

Teknologi internet telah membuat bumi banjir informasi. Menurut situs Internet Live Stats, setiap detik muncul hampir 9000 twit baru di Twitter, hampir 1000 gambar baru di Instagram, dan lebih dari 80.000 video baru di Youtube. Data yang diambil pada 20 Februari 2020 itu juga menunjukkan ada lebih dari 1,7 miliar website di seluruh dunia dan…

Ke Luar Negeri Melihat Indonesia

Untuk para handai tolan di Nusantara… Prof. Rhenald Kasali pernah menulis tentang para mahasiswa yang dia paksa untuk membuat paspor dan pergi ke luar negeri. Beliau bilang, orang yang tidak pernah ke luar negeri itu akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, jadi dosen atau pemimpin yang steril. Pilihan kata dalam tulisannya itu memang keras seperti…

Mengapa Natal di New Zealand Begitu Istimewa

Natal 2019 adalah Natal pertama saya di luar negeri, bertepatan di Kota Wellington, New Zealand. Tetapi bukan lokasi itu yang membuat Natal kali ini jadi istimewa, melainkan perasaan sukacita yang dipancarkan oleh orang-orang di sekitar. Orang-orang di dunia nyata maupun orang-orang di dunia maya. Sesungguhnya Natal di Wellington tidaklah begitu semarak. Selain toko-toko yang dihias…